Kayu jati merupakan kayu kelas satu karena kekuatan, keawetan dan keindahannya. Secara teknis, kayu jati memiliki kelas kekuatan I dan kelas keawetan I. Kayu ini sangat tahan terhadap serangan rayap.

Kayu teras jati berwarna coklat muda, coklat kelabu hingga coklat merah tua. Kayu gubal, di bagian luar, berwarna putih dan kelabu kekuningan.

Meskipun keras dan kuat, kayu jati mudah dipotong dan dikerjakan, sehingga disukai untuk membuat furniture dan ukir-ukiran. Kayu yang diampelas halus memiliki permukaan yang licin dan seperti berminyak. Pola-pola lingkaran tahun pada kayu teras nampak jelas, sehingga menghasilkan gambaran yang indah.

Dengan kehalusan tekstur dan keindahan warna kayunya, jati digolongkan sebagai kayu mewah. Oleh karena itu, jati banyak diolah menjadi mebel taman, mebel interior, kerajinan, panel, dan anak tangga yang berkelas.

Sekalipun relatif mudah diolah, jati terkenal sangat kuat dan awet, serta tidak mudah berubah bentuk oleh perubahan cuaca. Atas alasan itulah, kayu jati digunakan juga sebagai bahan dok pelabuhan, bantalan rel, jembatan, kapal niaga, dan kapal perang. Tukang kayu di Eropa pada abad ke-19 konon meminta upah tambahan jika harus mengolah jati. Ini karena kayu jati sedemikian keras hingga mampu menumpulkan perkakas dan menyita tenaga mereka. Manual kelautan Inggris bahkan menyarankan untuk menghindari kapal jung Tiongkok yang terbuat dari jati karena dapat merusak baja kapal marinir Inggris jika berbenturan.

Jati burma sedikit lebih kuat dibandingkan jati jawa. Namun, di Indonesia sendiri, jati jawa menjadi primadona. Tekstur jati jawa lebih halus dan kayunya lebih kuat dibandingkan jati dari daerah lain di negeri ini. Produk-produk ekspor yang disebut berbahan java teak (jati jawa, khususnya dari Jawa Tengah dan Jawa Timur) sangat terkenal dan diburu oleh para kolektor di luar negeri.

Menurut sifat-sifat kayunya, di Jawa orang mengenal beberapa jenis jati (Mahfudz dkk., t.t.):
Jati lengo atau jati malam, memiliki kayu yang keras, berat, terasa halus bila diraba dan seperti mengandung minyak (Jw.: lengo, minyak; malam, lilin). Berwarna gelap, banyak berbercak dan bergaris.
Jati sungu. Hitam, padat dan berat (Jw.: sungu, tanduk).
Jati werut, dengan kayu yang keras dan serat berombak.
Jati doreng, berkayu sangat keras dengan warna loreng-loreng hitam menyala, sangat indah.
Jati kembang.
Jati kapur, kayunya berwarna keputih-putihan karena mengandung banyak kapur. Kurang kuat dan kurang awet.

Kegunanan kayu jati

Kayu jati mengandung semacam minyak dan endapan di dalam sel-sel kayunya, sehingga dapat awet digunakan di tempat terbuka meski tanpa divernis; apalagi bila dipakai di bawah naungan atap.

Jati sejak lama digunakan sebagai bahan baku pembuatan kapal laut, termasuk kapal-kapal VOC yang melayari samudera di abad ke-17. Juga dalam konstruksi berat seperti jembatan dan bantalan rel.

Di dalam rumah, selain dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture, kayu jati digunakan pula dalam struktur bangunan. Rumah-rumah tradisional Jawa, seperti rumah joglo Jawa Tengah, menggunakan kayu jati di hampir semua bagiannya: tiang-tiang, rangka atap, hingga ke dinding-dinding berukir.

Dalam industri kayu sekarang, jati diolah menjadi venir (veneer) untuk melapisi wajah kayu lapis mahal; serta dijadikan keping-keping parket (parquet) penutup lantai. Selain itu juga diekspor ke mancanegara dalam bentuk furniture luar-rumah.

Ranting-ranting jati yang tak lagi dapat dimanfaatkan untuk mebel, dimanfaatkan sebagai kayu bakar kelas satu. Kayu jati menghasilkan panas yang tinggi, sehingga dulu digunakan sebagai bahan bakar lokomotif uap.

Sebagian besar kebutuhan kayu jati dunia dipasok oleh Indonesia dan Myanmar.

Fungsi ekonomis hutan jati jawa: hasil hutan kayu

Sebagai jenis hutan paling luas di Pulau Jawa, hutan jati memiliki nilai ekonomis, ekologis, dan sosial yang penting.

Kayu jati jawa telah dimanfaatkan sejak jaman Kerajaan Majapahit. Jati terutama dipakai untuk membangun rumah dan alat pertanian. Sampai dengan masa Perang Dunia Kedua, orang Jawa pada umumnya hanya mengenal kayu jati sebagai bahan bangunan. Kayu-kayu bukan jati disebut ‘kayu tahun’. Artinya, kayu yang keawetannya untuk beberapa tahun saja.

Selain itu, jati digunakan dalam membangun kapal-kapal niaga dan kapal-kapal perang. Beberapa daerah yang berdekatan dengan hutan jati di pantai utara Jawa pun pernah menjadi pusat galangan kapal, seperti Tegal, Juwana, Tuban, dan Pasuruan. Namun, galang kapal terbesar dan paling kenal berada di Jepara dan Rembang, sebagaimana dicatat oleh petualang Tomé Pires pada awal abad ke-16.

Di pertengahan abad ke-18, VOC telah mampu menebang jati secara lebih modern. Dan, sebagai imbalan bantuan militer mereka kepada Kerajaan Mataram di awal abad ke-19, VOC juga diberikan izin untuk menebang lahan hutan jati yang luas.

Manfaat yang lain

Daun jati dimanfaatkan secara tradisional di Jawa sebagai pembungkus, termasuk pembungkus makanan. Nasi yang dibungkus dengan daun jati terasa lebih nikmat. Contohnya adalah nasi jamblang yang terkenal dari daerah Jamblang, Cirebon.

Daun jati juga banyak digunakan di Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai pembungkus tempe.

Berbagai jenis serangga hama jati juga sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan orang desa. Dua di antaranya adalah belalang jati (Jw. walang kayu), yang besar berwarna kecoklatan, dan ulat-jati (Endoclita). Ulat jati bahkan kerap dianggap makanan istimewa karena lezatnya. Ulat ini dikumpulkan menjelang musim hujan, di pagi hari ketika ulat-ulat itu bergelantungan turun dari pohon untuk mencari tempat untuk membentuk kepompong (Jw. ungkrung). Kepompong ulat jati pun turut dikumpulkan dan dimakan.

Fungsi ekonomis lain dari hutan jati jawa Jika berkunjung ke hutan-hutan jati di Jawa, kita akan melihat bahwa kawasan-kawasan itu memiliki fungsi ekonomis lain di samping menghasilkan kayu jati.

Banyak pesanggem (petani) yang hidup di desa hutan jati memanfaatkan kulit pohon jati sebagai bahan dinding rumah mereka. Daun jati, yang lebar berbulu dan gugur di musim kemarau itu, mereka pakai sebagai pembungkus makanan dan barang. Cabang dan ranting jati menjadi bahan bakar bagi banyak rumah tangga di desa hutan jati.

Hutan jati terutama menyediakan lahan garapan. Di sela-sela pepohonan jati, para petani menanam palawija berbanjar-banjar. Dari hutan jati sendiri, mereka dapat memperoleh penghasilan tambahan berupa madu, sejumlah sumber makanan berkarbohidrat, dan obat-obatan.

Makanan pengganti nasi yang tumbuh di hutan jati misalnya adalah gadung (Dioscorea hispida) dan uwi (Dioscorea alata). Bahkan, masyarakat desa hutan jati juga memanfaatkan iles-iles (Ammorphophallus) pada saat paceklik. Tumbuhan obat-obatan tradisional seperti kencur (Alpina longa), kunyit (Curcuma domestica), jahe (Zingiber officinale), dan temu lawak (Curcuma longa) tumbuh di kawasan hutan ini.

Pohon jati juga menghasilkan bergugus-gugus bunga keputihan yang merekah tak lama setelah fajar. Masa penyerbukan bunga jati yang terbaik terjadi di sekitar tengah hati —setiap bunga hidup hanya sepanjang satu hari. Penyerbukan bunga dilakukan oleh banyak serangga, tetapi terutama oleh jenis-jenis lebah. Oleh karena itu, penduduk juga sering dapat memanen madu lebah dari hutan-hutan jati.

Fungsi non-ekonomis hutan jati jawa

Pada 2003, sekitar 76% lahan hutan jati Perhutani di Jawa dikukuhkan sebagai hutan produksi, yaitu kawasan hutan dengan fungsi pokok memproduksi hasil hutan (terutama kayu). Hanya kurang dari 24% hutan jati Perhutani dikukuhkan sebagai hutan lindung, suaka alam, hutan wisata, dan cagar alam.

Mengingat lahannya yang relatif cukup luas, hutan jati dipandang memiliki fungsi-fungsi non-ekonomis yang penting. Fungsi-fungsi non-ekonomis tersebut adalah sebagai berikut:

• Fungsi penyangga ekosistem Tajuk pepohonan dalam hutan jati akan menyerap dan menguraikan zat-zat pencemar (polutan) dan cahaya yang berlebihan. Tajuk hutan itu pun melakukan proses fotosintesis yang menyerap karbondioksida dari udara dan melepaskan kembali oksigen dan uap air ke udara. Semua ini membantu menjaga kestabilan iklim di dalam dan sekitar hutan. Hutan jati pun ikut mendukung kesuburan tanah. Ini karena akar pepohonan dalam hutan jati tumbuh melebar dan mendalam. Pertumbuhan akar ini akan membantu menggemburkan tanah, sehingga memudahkan air dan udara masuk ke dalamnya. Tajuk (mahkota hijau) pepohonan dan tumbuhan bawah dalam hutan jati akan menghasilkan serasah, yaitu jatuhan ranting, buah, dan bunga dari tumbuhan yang menutupi permukaan tanah hutan. Serasah menjadi bahan dasar untuk menghasilkan humus tanah. Berbagai mikroorganisme hidup berlindung dan berkembang dalam serasah ini. Uniknya, mikroorganisme itu juga yang akan memakan dan mengurai serasah menjadi humus tanah. Serasah pun membantu meredam entakan air hujan sehingga melindungi tanah dari erosi oleh air.

• Fungsi biologis Jika hutan jati berbentuk hutan murni —sehingga lebih seperti ‘kebun’ jati— erosi tanah justru akan lebih besar terjadi. Tajuk jati rakus cahaya matahari sehingga cabang-cabangnya tidak semestinya bersentuhan. Perakaran jati juga tidak tahan bersaing dengan perakaran tanaman lain. Dengan demikian, serasah tanah cenderung tidak banyak. Tanpa banyak tutupan tumbuhan pada lantai hutan, lapisan tanah teratas lebih mudah terbawa oleh aliran air dan tiupan angin.

• Fungsi sosial Banyak lahan hutan jati di Jawa, baik yang dikukuhkan sebagai hutan produksi maupun hutan non-produksi, memberikan layanan sebagai pusat penelitian dan pendidikan, pusat pemantauan alam, tempat berekreasi dan pariwisata, serta sumber pengembangan budaya.

Yang mungkin paling menarik untuk dikunjungi adalah Monumen Gubug Payung di Cepu, Blora, Jawa Tengah. Tempat ini merupakan museum hidup dari pepohonan jati yang berusia lebih dari seabad, setinggi rata-rata di atas 39 meter dan berdiameter rata-rata 89 sentimeter.

Kita dapat menikmati pemandangan hutan dari ketinggian dengan menumpang loko “Bahagia”. Di sini, kita juga dapat meninjau Arboretum Jati; hutan buatan dengan koleksi 32 jenis pohon jati yang tumbuh di seluruh Indonesia. Ada juga Puslitbang Cepu yang mengembangkan bibit jati unggul yang dikenal sebagai JPP (Jati Plus Perhutani). Pengunjung boleh membeli sapihan jati dan menanamnya sendiri di sini. Pengelola kemudian akan merawat dan menamai pohon itu sesuai dengan nama pengunjung bersangkutan.

Jenis yang berkerabat

Seluruhnya, ada tiga anggota genus Tectona. Selain jati Tectona grandis yang diuraikan di atas, dua yang lain adalah:
Jati Dahat (Dahat Teak, Tectona hamiltoniana), sejenis jati endemik di Myanmar, yang kini sudah langka dan terancam kepunahan.
Jati Filipina (Philippine Teak, Tectona philippinensis), jati endemik dari Filipina; juga terancam kepunahan.

Pada pihak lain, ada pula jenis-jenis pohon atau tumbuhan lain yang dinamai jati meski tidak berkerabat. Di antaranya:
Jati sabrang atau sungkai (Peronema canescens)
Jati putih (Gmelina arborea)
Jati pasir (Guettarda speciosa)


Buah nanas yang manis dan agak asam tak hanya menyegarkan saat disantap. Buah ini banyak mengandung vitamin A dan C sebagai antioksidan. Juga mengandung kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa, dan enzim bromelain. Bromelain berkhasiat sebagai antiradang, membantu melunakkan makanan di lambung, serta menghambat pertumbuhan sel kanker. Kandungan seratnya dapat mempermudah buang air besar pada penderita sembelit.

Buah nanas yang telah masak bersifat dingin, dapat mengurangi keluarnya asam lambung yang berlebihan, membantu pencernaan makanan di lambung, antiradang, peluruh kencing (diuretik), membersihkan jaringan kulit yang mati, mengganggu pertumbuhan set kanker, menghambat penggumpalan trombosit.

Sementara buah yang masih muda, berkhasiat memacu enzim pencernaan, antelmintik, diuretik, peluruh haid, peluruh dahak, dan pencahar.

Pemanfaatan nanas sebagai obat alami cukup sederhana. Nanas dapat dikonsumsi langsung dengan mengupas dan memotongnya kecil-kecil, atau dibuat jus. Jus buah nanas ini dapat mengatasi rasa penuh akibat kembung atau masalah pencernaan. Minum segelas jus nanas setengah jam sebelum menyantap makanan.

Air perasan buah nanas yang terbuat dari 1 buah nanas yang benar-benar masak, dapat digunakan sebagai obat cacingan, radang tenggorokan, beri-beri, dan dapat digunakan sebagai terapi penurunan berat badan. Untuk mengobati sembelit, minum air perasan dari 3 buah nanas, namun pilihlah buah yang belum matang benar dan agak sedikit asam.

Untuk mengobati peradangan kulit, sediakan 1/2 buah nanas yang telah masak. Kupas kulitnya, lalu parut. Hasil parutannya dipakai untuk menggosok kulit yang bersisik dan mengelupas. Lakukan sekali sehari, malam sebelum tidur. Keesokan paginya baru dicuci bersih. Lakukan setiap hari.

Ketombe, atasi dengan nanas. Sediakan 1/4 buah nanas masak. Kupas kulitnya, lalu parut, peras, dan saring. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis dan aduk sampai rata. Gunakan ramuan ini untuk menggosok kulit kepala yang berketombe. Lakukan malam sebelum tidur. Keesokan paginya rambut dikeramas. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu.

Untuk luka bakar, gatal dan bisul, gunakan daun nanas. Cuci daun nanas sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Balurkan pada bagian yang sakit.

Efek samping

Meski memiliki banyak khasiat, nanas juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai. Itu sebabnya, tidak semua orang bebas mengonsumsi nanas.

- menggugurkan kandungan. Nanas muda berpotensi sebagai abortivum atau sejenis obat yang dapat menggugurkan kandungan. Karena itu, nanas dapat digunakan untuk melancarkan terlambat haid. Karena itu, perempuan hamil dilarang mengkonsumsi nanas muda.

- memicu rematik. Di dalam saluran cerna, buah nanas terfermentasi menjadi alkohol. Ini bisa memicu kekambuhan rematik gout. Penderita rematik dan radang sendi dianjurkan untuk membatasi konsumsi nanas.

- meningkatkan gula darah. Buah nanas masak mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Jadi, bagi penderita diabetes, sebaiknya tidak mengonsumsi nanas secara berlebihan.

- menimbulkan rasa gatal. Terkadang sehabis makan nanas segar, mulut dan lidah terasa gatal. Untuk menghindarinya, sebelum dimakan, rendamlah potongan buah nanas dengan air garam. Sederhana bukan?



Bagian utama yang bernilai ekonomi penting dari tanaman nanas adalah buahnya. Buah nanas selain dikonsumsi segar juga diolah menjadi berbagai macam makanan dan minuman, seperti selai, buah dalam sirop dan lain-lain. Rasa buah nanas manis sampai agak masam segar, sehingga disukai masyarakat luas. Disamping itu, buah nanas mengandung gizi cukup tinggi dan lengkap. Buah nanas mengandung enzim bromelain, (enzim protease yang dapat menghidrolisa protein, protease atau peptide), sehingga dapat digunakan untuk melunakkan daging. Enzim ini sering pula dimanfaatkan sebagai alat kontrasepsi Keluarga Berencana. Buah nanas bermanfaat bagi kesehatan tubuh, sebagai obat penyembuh penyakit sembelit, gangguan saluran kencing, mual-mual, flu, wasir dan kurang darah. Penyakit kulit (gatal-gatal, eksim dan kudis) dapat diobati dengan diolesi sari buah nanas. Kulit buah nanas dapat diolah menjadi sirop atau diekstrasi cairannya untuk pakan ternak


Keterangan Am:

Nama Biasa:
Nanas

Nama Saintifik:
Ananas comosus L. Merill

Keluarga:
Bromeliaceae

Asal:
Nanas adalah tanaman tropika yang dipercahayai berasal dari Amerika Selatan. Ia banyak ditanam di Thailand, Filipina dan Afrika.




Kawasan Utama Tanaman:
Di Malaysia, nanas banyak ditanam di negeri Johor, Selangor, Kelantan dan Pulau Pinang.

Obat Alami
25-04-2008
Nanas Tak Hanya Menyegarkan


MUDAH TUMBUH - Walau harus berebut makanan dengan tumbuhan semak lainnya, nanas dengan mudah bisa tumbuh dan berbuah, seperti yang satu ini.

Tubuh gemuk, jelas tidak semua orang suka. Walau tidak sedikit pula, yang akhirnya bersyukur, karena dapat rezeki banyak darinya. Sebutlah para artis bertubuh tambun, yang kebanyakkan jadi pelawak di televisi. Namun ingat, jangan terlena dengan tubuh gemuk, karena itu masuk dalam kategori tubuh yang tak ideal dan tidak sehat.

Menurut ahli kesehatan, tubuh gemuk disebabkan oleh kelebihan lemak dalam tubuh. Itu berarti, proses pembakaran dalam tubuh tidak normal, sehingga lemaknya jadi menumpuk di perut, lingkaran paha dan bagian tubuh lainnya. Biasanya, orang yang akhirnya dapat tubuh gemuk, karena malas berolahraga. Sehingga lemak yang seharusnya bisa terbakar habis, akhirnya berpotensi menyelimuti jantung. Akibatnya, bisa saja maut.

Nah… bagi yang sudah peduli pada kesehatan, ada baiknya mulai menurunkan berat badan, sehingga tercapai yang ideal. Salah satu faktor penunjang, adalah dengan mengkonsumsi buah-buahan, yang dapat membuat lemak makin tersingkir dari badan.

Bagi yang ingin mencoba, maka segeralah makan buah nanas. Kandungan serat yang tinggi, dapat mempercepat proses pencernaan. Jadi, sisa makanan yang seharusnya dibuang, tidak mengendap dalam tubuh, karena kerja usus yang berat oleh lemak. Orang gemuk yang kurang serat, hanya akan mengakibatkan sisa makanan bertumpuk-tumpuk dan diproses lagi menjadi zat-zat beracun dalam tubuh, dan akan mengendap bersama lemak.

Nanas yang bernama latin ananas comosus L. Merr ini, menurut sejarahnya, berasal dari Brazil. Khusus di Indonesia, ia ditanam di pekarangan rumah, kebun, dan tempat lain yang mendapat cukup sinar matahari. Asal daerahnya berketinggian satu sampai 1.300 meter dari permukaan laut, pohon nanas dengan mudah bisa tumbuh.

Pohon nanas memiliki spesies yang beragam pula. Mulai dari yang berdaun hijau, hingga yang berdaun pink atau merah jambu. Bahkan, ada juga yang belang-belang, dengan buah yang tidak kalah manis. Khusus yang belang-belang ini, dijadikan sebagian warga sebagai tanaman hias, karena bentuknya yang menawan.

Nanas termasuk herba tahunan atau dua tahunan, dengan tinggi 50 sampai 150 cm. Pembiakannya dari tunas, yang merayap pada bagian pangkalnya. Tidak jarang juga, warga menanam cikap bakal nanas, yang ada di ujung buah. Daun nanas berkumpul dalam roset akar, dan pada bagian pangkalnya melebar menjadi pelepah. Helaian daun berbentuk pedang, tebal dan liat, dengan panjang 80-120 cm dan lebar 2-6 cm. Ujungnya lancip menyerupai duri, dengan tepi berduri tempel yang membengkok ke atas.

Pada sisi bawahnya bersisik putih, berwarna hijau atau hijau kemerahan. Bunganya majemuk, tersusun dalam bulir yang sangat rapat. Letaknya terminal dan bertangkai panjang. Buahnnya buah buni majemuk, bulat panjang, berdaging, berwarna hijau, dan jika masak warnanya berubah menjadi kuning. Buah nanas enak rasanya, dengan dominasi rasa asam sampai manis. Bijinya kecil, seringkali tidak jadi untuk pembiakan.

Selain bisa dimakan langsung, buahnya nanas juga bisa diawetkan dengan cara direbus dan diberi gula. Selain itu, juga bisa dibuat selai, ataupun dibuat sirup. Ia juga dapat juga digunakan untuk memberi cita rasa asam manis, sekaligus sebagai pengempuk daging. Adapun daunnya yang berserat, dapat dibuat benang ataupun tali. Tanaman buah nanas dapat diperbanyak dengan mahkota, tunas batang, ataupun tunas ketiak daunnya.

Secara turun temurun, buah nanas yang sudah masak dengan sifat dinginnya, dipercaya berkhasiat untuk mengurangi keluarnya asam lambung yang berlebihan. Selain itu, ia juga bisa membantu mencernakan makanan di lambung. Khasiat lainnya, ia memiliki anti radang, peluruh kencing (diuretik), membersihkan jaringan kulit yang mati (skin debdridement), mengganggu pertumbuhan sel kanker, menghambat penggumpalan trombosit (agrerasi platelet), dan mempunyai aktifitas fibrinolitik

Jika suka makan nanas muda dengan rasa asamnya, maka akan diperoleh khasiat untuk memacu enzim pencernaan, antelmintik, diuretik, pleuruh haid (emenagog), abortivum, peluruh dahak (mukolitik), dan pencahar. Sementara daunnya, berkhasiat antipiretik, antelmintik, pencahar, anti radang dan menormalkan siklus haid.

Setelah diteliti oleh para ahli, diketahui dengan pasti, kalau buah nanas juga mengandung vitamin (A dan C), kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstrosa, sukrosa (gula tebu), dan enzim bromelain. Bromelain oleh kalanagan kedokteran, dikenal berkhasiat sebagai anti radang, membantu melunakkan makanan di lambung, mengganggu pertumbuhan sel kanker, menghambat agregasi platelet, dan mempunyai aktivitas fibrinolitik. Kandungan seratnya dapat mempermudah buang air besar pada penderita sembelit (konstipasi). Sementara daun, mengandung kalsium oksalat dan etic substances.

Sebagai tumbuhan buah yang sekaligus berkhasiat obat, nanas bisa digunakan untuk pengobatan rasa penuh di lambung dan juga sembelit. Selain itu, ia juga bisa mengobati radang tenggorokan, menurunkan berat badan, mengobati beri-beri,
keseleo dan bengkak terpukul.

Tak hanya itu, ia juga ampuh untuk mengobati darah yang mudah menggumpal (blood coagulation) dan aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah). Untuk menghambat pertumbuhan tumor, nanas juga baik digunakan. Tak ketinggalan untuk keperluan peningkatan penyerapan (absorsi) obat, terlambat haid dan juga bagi yang menderita cacingan.

Bagi yang berminat, maka bagian nanas yang bisa digunakan untuk obat, adalah buah dan daunnya. Untuk obat yang diminum, jus 1/2-2 buah nanas ukuran sedang atau dapat juga diparut, lalu minum. Sementara untuk pemakaian luar, kupas buah nanas, lalu parut. Turapkan hasil parutannya pada bagian tubuh yang sakit, seperti membersihkan jaringan mati (debridement) pada luka bakar, ketombe, bisul, koreng, dan radang kulit (dermatitis). Cara lainnya, bisa dengan menumbuk daun nanas sampai halus, lalu balurkan pada luka bakar, bisul, dan gatal-gatal.

Menurut penelitian terhadap pengaruh penambahan sari buah nanas terhadap mutu susu sapi, dimana penambahan 3,4 ml sari buah nanas, diperoleh populasi bakteri terendah, yaitu 37,60 x 10 4 sel/ml dan kadar lemak tertinggi 7,594% (M. Nuh Nasution, Jurusan Biologi FMIPA UNAND, 1993. Ternyata enzim yang terkandung dalam buah nanas, berkhasiat debridement yang cepat (percobaan dilakukan pada tikus yang mengalami luka bakar).

Pemberian ekstrak nanas muda sebanyak 0,2 ml pada mencit hamil, dapat mematikan embrio mencit jika diberikan pada umur kehamilan 2-4 hari. Jika diberikan pada umur kehamilan 6 hari, kehamilan tetap berlangsung dan dapat melahirkan normal (Mulyoto, FB UNSOED, 1986).

Nah, bagi yang cacingan, segeralah kupas 1 buah nanas muda, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya bilas dengan air masak, lalu parut. Peras dan saring hasil parutannya, lalu minumkan pada anak yang cacingan sedikit demi sedikit. Untuk yang keseleo dan memar akibat terpukul, maka kupaslah 1 buah nanas yang sudah masak, potong-potong, lalu dijus. Minum air yang terkumpul sekaligus.

Penderita radang tenggorokan, bisa juga dengan buah nanas. Caranya, kupas 2 buah nanas yang telah masak, lalu cuci sampai bersih. Potong-potong lalu dijus atau diparut. Selanjutnya, peras menggunakan sepotong kain bersih. Minum air perasan yang terkumpul sehari 3 kali, setiap kali cukup 1/3 bagian.

Untuk sakit peradangan di kulit (dermatitis) dan ketombe, sediakan 1/2 buah nanas yang telah masak. Kupas kulitnya lalu parut. Hasil parutannya di pakai untuk menggosok kulit yang bersisik dan mengelupas, baik di kulit kepala atau bagian lain dari tubuh. Lakukan sekali sehari, malam sebelum tidur. keesokan paginya baru dicuci bersih. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu.

Bagi yang ketombean, sediakanlah 1/4 buah nanas masak. Kupas kulitnya, lalu parut, peras dan saring. Tambahkan air perasan 1 buah jeruk nipis dan aduk sampai rata. Gunakan ramuan ini untuk menggosok kulit kepala yang berketombe. Lakukan malam sebelum tidur. Keesokan paginya rambut dikeramas. Lakukan 2-3 kali dalam seminggu.

Si gemuk yang ingin menurunkan berat badan, segeralah mengupas 1 buah nanas yang tidak terlalu matang, lalu cuci sampai bersih. Kemudian potong-potong, lalu dijus atau diparut. Selanjutnya, peras menggunakan sepotong kain bersih dan air perasannya langsung diminum sekaligus. Lakukan 2 kali Sehari

Sembelit yang mengganggu, juga bisa diatasi dengan nanas. Cukup dengan cara mengupas 3 buah nanas yang belum masak, lalu cuci sampai bersih.Selanjutnya, jus atau parut lalu peras. Minumlah air perasannya setelah makan, sehari 2 kali, masing-masing cukup 1/2 gelas.

Beri-beri juga bisa dituntaskan dengan nanas. Segeralah kupas 2 buah nanas yang sudah masak, lalu cuci sampai bersih. Selanjutnya jus atau parut, lalu peras. Minum air perasannya sekaligus. Sebaiknya diminum pagi atau siang hari sesudah makan.

Adapun luka bakar, gatal dan bisul, bisa ditaklukkan dengan daun nanas. Cucilah daun nanas sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Lalu balurkan pada bagian yang sakit. Untuk penyakit terasa penuh di lambung, karena pencernaan terganggu, minumlah jus nanas 3 kali sehari masing-masing 3/4 gelas (150 cc). Lakukan setengah jam sebelum makan

Bagi kalangan para gadis, buah nanas juga sudah akrab. Jika haid telat datang, maka mereka segera mencari buah nanas. Karena fungsinya sebagai pelancar haid ini, maka ibu hamil dilarang minum perasan buah nanas muda. Semua dikarenakan buah nanas yang di dalam saluran cerna, difermentasikan menjadi alkohol. Ia dapat menimbulkan kambuhnya rematik Gout. Mereka yang juga penderita kencing manis (diabetes mellitus), dianjurkan untuk membatasi dalam mengkonsumsi buah nanas, karena kandungan gula buah yang masak cukup tinggi.

Secara turun temurun, nanas juga dipercaya warga bisa menggugurkan kandungan. Maka tak heran, mereka yang hamil karena perzinahan, terkadang menjadi rajin mengkonsumsi buah nanas. Walau untuk keberhasilannya, tergantung pada Yang Maha Kuasa. Karena alasan inilah, banyak ibu hamil yang bersuami jelas takut makan buah nanas. Mereka takut keguguran, yang akan menghancurkan harapan keluarga untuk dapat momongan.

Walau sebenarnya, untuk ibu hamil yang sudah mendekati lahir, dipercaya juga bisa membersihkan bayi dalam kandungan. Maklum saja, ia berkhasiat sebagai pelancar. Namun hati-hati dan jangan berlebih-lebihan dalam makan buah nanas. Lidah akan terasa agak kering, karena lendir lidah dibawa bersama nanas yang masuk dalam perut. Maka jangan heran, jika lidah terasa lain, setelah makan nanas.

Di pasaran, buah nanas selalu tersedia, karena ia tidak mengenal musim. Harganya juga terjangkau, dan dijual bebas oleh semua pedagang buah keliling. Harganya berkisar antara Rp1.000 sampai Rp3.000/buah. Untuk menanamnya, juga tak terlalu repot, karena penyiraman yang tidak usah terlalu sering. *** dari berbagai sumber
Turunkan Berat Badan dengan Nanas